CSIS: Tanpa Adanya Infrastruktur Digital, Pembangunan Ekonomi yang Inklusif Sulit Terlaksana

Jakarta, Selular. ID – Dalam sebuah kesempatan Yose Rizal Damuri, Kepala Departemen Ekonomi, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menjelaskan infrastruktur digital yang mencukupi merupakan necessary condition untuk pengembangan aktivitas ekonomi digital yang semakin maju.

“Ini tidak saja mendukung pengembangan dan inovasi platform ekonomi digital, tetapi juga akan diperlukan untuk menjangkau penggunaan yang lebih luas dalam kerangka pembangunan yang inklusif, ” terang Rizal.

Itu sebabnya tanpa adanya infrastruktur digital yang berkualitas, terjangkau dan dapat diandalkan, maka kesempatan untuk mencapai pembangunan yang inklusif akan sulit terlaksana.

Baca juga:   Indef: Persaingan Internet Broadband Semakin Sengit!

Lalu berdasarkan studi yang dilakukan tim CSIS pada tahun 2019/2020, diperkirakan bahwa perkembangan dan aplikasi teknologi digital dan advanced technologies lainnya dapat memberikan tambahan peningkatan pada PDB sebesar 1%.

Aplikasi teknologi tersebut, sekali lagi membutuhkan infrastruktur digital yang mencukupi. Berbagai aplikasi teknologi seperti artificial intelligence, cloud computing, serta internet of things akan membutuhkan network yang cepat dan stabil.

“Ini tidak hanya diperlukan oleh konsumen, tetapi juga dunia usaha, termasuk dalam pengembangan industri. Bagian industri yang berasal dari sektor jasa akan semakin besar, termasuk jasa teknologi. Ini tentunya akan membutuhkan infrastruktur yang lebih massif, ” terang Rizal.

Baca juga:   XL Axiata Siap Perluas Cakupan dan Percepatan Ekosistem 5G di Indonesia

Lalu perkembangan dan aplikasi teknologi digital akan ditentukan oleh tiga hal utama: Pertama, ketersediaan infrastruktur yang mencukupi, sumber daya manusia yang mumpuni, kerangka regulasi yang mendukung.

Studi CSIS di tahun 2018 juga menegaskan bahwa peningkatan network coverage berasosiasi dengan peningkatan produksi regional yang cukup signifikan. Peningkatan aktivitas ekonomi digital akan memerlukan infrastruktur digital yang mencukupi.

Baca juga:   Fix! XL Axiata Kantongi Izin Komersialisasi Layanan 5G di Tanah Air

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyebut pemerintah sedang mendorong berbagai upaya untuk transformasi digital, baik di kehidupan sosial kemasyarakatan dan dunia usaha.

Kini jaringan internet digunakan oleh lebih dari 200 juta jiwa. 200 juta lebih pengguna setara dengan 73, 7 persen dari populasi Indonesia. Jumlah koneksi ponsel bahkan mencapai 345, 3 juta, atau 25 persen lebih banyak dari total penduduk.