Penipuan Iklan Secara Global Meningkat 172, 95%

Jakarta, Selular. ID – Platform pemasaran aplikasi Adjust melaporkan penipuan iklan seluler meningkat. Tidak hanya itu, laporan pula menunjukkan dampak dari kerusakan ketepatan data pemasaran yang digunakan untuk membuat keputusan bisnis.

“Pemasar harus dapat merasa tetap dengan data mereka, keputusan penting berbasis data sulit diambil minus informasi yang jelas. Intinya, penipuan masih dan akan terus menjelma tantangan yang kita hadapi di dalam industri. Akan tetapi, dengan memakai alat yang tepat, kita mampu selangkah lebih maju dari para penipu dan memastikan bahwa kita tetap memprioritaskan transparansi, ” logat Andreas Naumann, Director of Fraud Prevention Adjust, Jumat (20/11).

Hasil penelitian menunjukkan kalau para penipu tidak hanya menjiplak instalasi berbayar, tetapi juga organic traffic, yaitu instalasi yang tidak bisa sembarang diatribusikan ke kesibukan pemasaran apapun   untuk menyimpan instalasi berbayar yang mereka curi.

Dua bagi tiga dari 200 juta instalasi yang ditolak merupakan instalasi organik dan hanya sepertiga yang adalah instalasi berbayar. Walaupun secara teknis pemasar seluler tidak kehilangan uang, instalasi organik palsu ini dapat merusak integritas data dan informasi yang seharusnya dapat dikumpulkan oleh pemasar dari kegiatan pemasaran.

Baca juga:   Hati-Hati, Spam Email Semakin Berbahasa Nusantara Dengan Baik

Itu berisiko tinggi untuk tidak memiliki bayangan saat menghadapi situasi pada mana kegiatan penipuan banyak terjadi dan data pemasar tidak akurat, termasuk data instalasi organik.

Secara khusus, data awak untuk kategori game menunjukkan bahwa secara global tingkat penipuan menyusun sebesar 172, 95% antara Agustus 2019 – 2020. Kenaikan tingkat penipuan di Kawasan Europe, timur tengah dan Africa atau EMEA bahkan mencapai 181, 20%, pada AS sebesar 310, 29%, dan Asia Pacific sebesar 214, 86%.

Perlu Anda ketahui penipuan iklan adalah masalah global dan para penipu bekerja secara aktif di hampir semua negeri. Adjust berupaya untuk mengidentifikasi program penipuan yang paling banyak digunakan dalam ekosistem iklan seluler & data kami menunjukkan bahwa pengguna palsu/bot terus mendominasi sebagai jenis penipuan yang paling sering dimanfaatkan.

“Penipuan secara metode ini setara dengan 68, 7% dari kegiatan penipuan pada AS, 65, 6% di Tiongkok, 60, 7% di Jepang dan 47% di EMEA, Spoofing SDK masih mendominasi di Amerika Latin (51. 16%).

Oleh karena itu, para pemasar perlu menggunakan solusi, seperti SDK Signature, yang dapat digunakan secara gratis untuk memerangi skema penipuan serupa ini.

“Kami menemukan bahwa di negara-negara yang telah mengadopsi SDK Signature secara bertambah luas, para penipu beralih & menggunakan skema alternatif yang menyusahkan mereka dan kurang menarik. Alhasil, anggaran iklan aplikasi di daerah tersebut lebih jarang dicuri, ” terang Andreas.

Mau tetapi, ini tidak berarti bahwa risiko Spoofing SDK di daerah tersebut lebih rendah daripada pada kawasan lain. Risiko yang berselirat dengan perusahaan yang tidak memakai SDK Signature untuk melindungi muncul sama tingginya atau bahkan bertambah tinggi, untuk semua negara. Keterangan Adjust juga menunjukkan bahwa SDK Spoofing paling banyak terjadi dalam aplikasi Makanan & Minuman (59, 7%) dan aplikasi Bisnis (34, 9%).

Penelitian itu dilakukan menggunakan data Fraud Prevention Suite Adjust di bulan Januari-Agustus 2020.