Perkuat Keamanan, TikTok Membentuk Dewan Advokat Keamanan Asia Pasifik

Jakarta, Selular. ID – Usai banyaknya isu-isu terkait konten negatif dalam TikTok, keadaan ini (22/9) platform video hina itu memperkenalkan Dewan Penasihat Kebahagiaan Se-Asia Pasifik. Penasihat eksternal tersebut terdiri dari para ahli yang berkompeten di bidang hukum dan kebijakan, serta akademisi dari bervariasi wilayah. Dewan Penasihat ini bekerja memberikan nasihat mengenai kebijakan moderasi konten, serta keamanan dan kesejukan pengguna, khususnya di Asia Pasifik.

“TikTok telah mengambil langkah positif ke depan di meningkatkan kebijakan dan prosesnya dengan membentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik” ujar Arjun Narayan selaku TikTok Director of Trust and Safety, Asia Pacific, melalui bukti resmi yang diterima Selular, Selasa (22/9).

Dewan Advokat menyatukan beragam pendapat dari mampu yang dapat membantu mengembangkan kebijakan praktis. Bukan hanya untuk menanggapi tantangan saat ini, tapi juga merencanakan kebijakan untuk isu-isu yang akan dihadapi industri di era mendatang. Untuk itu, TikTok membimbing sejumlah ahli dari berbagai negeri sebagai perwakilan dalam tim Majelis, meliputi Pakistan, India, Singapura, Vietnam, Jepang, Korea Selatan dan Indonesia.

Baca juga:   Tak Seperti YouTube, TikTok Sedang Pertimbangkan Monetisasi Konten

Khusus di Indonesia, terpilih Anita Wahid selaku Aktivis, Gusdurian Network Indonesia and President, MAFINDO (Indonesia Anti-Hoax Society). Seluruh tim Badan ini akan memberikan materi cocok dengan keahliannya dan saran melanggar kebijakan serta praktik moderasi konten TikTok untuk membantu penyusunan pedoman tingkat regional dan global.

Tidak hanya itu, awak Dewan ini juga memainkan kedudukan penting dalam mengidentifikasi masalah-masalah dengan muncul di satu wilayah dengan dapat mempengaruhi platform dan pengguna TikTok, serta mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah tersebut. Nantinya di dalam setiap kwartal akan ada pertemuan untuk mendiskusikan isu-isu utama, tercatat keamanan daring, keamanan anak, literasi digital, kesehatan mental dan benar asasi manusia, selain itu pula melaporkan pengamatan dan memberikan rekomendasi mengenai isu-isu yang dibahas.