Semester 1, Pendapatan Xiaomi di Smartphone Capai Rp131, 7 Triliun

Jakarta, Selular. ID – Xiaomi mengumumkan laporan keuangan semester I tahun 2020. Dalam laporan itu, Xiaomi mencatatkan pendapatan dan makna yang melampaui konsensus pasar.

Laporan ini diperoleh dibanding pengumuman hasil konsolidasi yang tidak diaudit untuk periode enam kamar yang berakhir pada 30 Juni 2020.

Pendapatan kongsi dari segmen smartphone tercatat sebesar 61, 952 miliar renminbi ataupun setara Rp131, 7 triliun.

Sementara pendapatan dari segmen produk IoT dan gaya tumbuh tercatat sebesar 28, 237 miliar renminbi atau setara Rp60, 125 triliun.

Ekosistem bisnis yang beragam dari Xiaomi membuatnya kokoh menghadapi ketidakpastian global kelanjutan pandemi COVID-19 pada semester prima, mencatatkan pendapatan dan keuntungan melewati konsensus pasar, serta melanjutkan ekspansi.

Menginjak usia ke-10 pada tahun ini, Xiaomi telah meningkatkan strategi inti menjadi “Smartphone X AIoT”, dengan bisnis AIoT yang berputar mengelilingi inti usaha smartphone untuk merintis jalan menuju gaya hidup smart living.

Pasar Smartphone Premi

Pada semester 1, pengapalan smartphone Xiaomi sudah mencapai 23, 8 juta bagian. Menurut laporan dari Canalys, di kuartal kedua 2020 Xiaomi memasukkan peringkat empat global dalam peristiwa pengapalan smartphone, dan pangsa pasarnya mencapai 10, 1%.

Di pasar internasional, pengapalan smartphone premium dengan harga jual 300 euro (setara Rp5, 2 juta) atau lebih, naik 99, 2% YoY pada Q2. Didorong oleh proporsi penjualan dari smartphone mid hingga high end, rata-rata kehormatan jual smartphone Xiaomi naik 11, 8% YoY dan 7, 5% QoQ.

Smartphone flagship dengan teknologi 5G yakni Perusak 10 dan Mi 10 Memihak yang diluncurkan pada Februari 2020 mencatatkan pengapalan yang melampaui satu juta unit hanya dalam masa dua bulan.

Di Agustus 2020, Xiaomi meluncurkan Mi 10 Ultra yang penjualannya melewati 400 juta renminbi (atau seimbang Rp854 miliar) dalam waktu 10 menit sejak diperkenalkan.

Xiaomi juga meresmikan pabrik pintar baru-baru ini dengan total investasi mencapai 600 juta renminbi (setara Rp1, 2 triliun), mengawali era manufaktur cerdas. Mi 10 Ultra merupakan model high-end yang diproduksi secara massal di Pabrik Berpendidikan Xiaomi.

Strategi Inti Smartphone X AIoT

Pengapalan TV global dari Xiaomi mencapai 2, 8 juta bagian, mencatatkan pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya meski sedikit turun jika dipadankan rata-rata pasar TV.   Untuk memenuhi beragam permintaan dari konsumen di seluruh dunia, TV bakir Xiaomi masuk ke pasar-pasar gres, termasuk Polandia, Perancis, dan Italia pada kuartal kedua.

Pada Juli 2020, Xiaomi menunaikan peluncuran produk ekosistem global yang pertama dengan memperkenalkan sejumlah produk baru, termasuk Mi Smart Band 5, dan Mi True Wireless Earphones 2 Basic.

Baru-baru ini, CEO dan Pendiri Xiaomi, Lei Jun, menyebarkan surat pada para karyawan, mengumumkan bahwa muslihat inti Xiaomi akan ditingkatkan menjelma “Smartphone X AIoT” pada dekade berikutnya untuk mendorong manfaat sinergis, dengan smartphone tetap menjadi prinsip bisnis Grup sementara AIoT hendak membangun hidup pintar di kira-kira smartphone agar Xiaomi bisa menyelenggarakan masa depan dari industri tumbuh pintar.

Hingga 30 Juni 2020, jumlah perangkat IoT yang terhubung ke platform IoT Xiaomi (kecuali smartphone dan laptop) mencapai 271 juta unit, naik 38, 3% YoY.

Jumlah pengguna yang memiliki lima atau lebih perangkat pintar yang terhubung ke platform IoT milik Xiaomi (kecuali smartphone dan laptop) tumbuh hingga 5, 1 juta orang, atau tumbuh 63, 9% YoY.

Pada kuartal kedua 2020, pengguna aktif bulanan dari MIUI tumbuh 23, 3% YoY menjadi 343, 5 juta pengguna sementara pengguna aktif bulanan di China sebanyak 109, 7 juta.

Berikut Rangkuman Laporan Keuangan Semester 1 2020 (Januari-Juni)

  • Pendapatan total mencapai 103, 24 miliar renminbi (atau sebanding Rp219, 7 triliun), naik tujuh, 9% year-on-year (YoY), melampaui kemufakatan pasar.
  • Laba nista mencapai 15, 26 miliar renminbi (atau setara Rp32, 4 triliun), naik 22, 3% YoY.
  • Laba selama periode itu tercatat 6, 65 miliar renminbi (atau setara Rp14, 2 triliun), naik 29, 3% YoY, melampaui konsensus pasar.
  • Menyaruk bersih yang disesuaikan dengan pengukuran non-IFRS mencapai 5, 67 miliar renminbi (atau setara Rp12, satu triliun), turun 0, 7% tetapi tetap lebih baik dari persetujuan pasar.
  • Pendapatan dari segmen smartphone tercatat sebesar 61, 952 miliar renminbi (atau sama Rp131, 7 triliun).
  • Pendapatan dari segmen produk IoT dan gaya hidup tercatat sebesar 28, 237 miliar renminbi (atau setara Rp60, 125 triliun).
  • Pendapatan dari segmen servis internet mencapai 11, 808 miliar renminbi (atau setara Rp23, 5 triliun).
  • Pendapatan lantaran pasar internasional mencapai 48, 861 miliar renminbi (atau setara Rp104, 3 triliun).

Rangkuman Laporan Keuangan Kuartal II 2020 (April-Juni)

  • Pendapatan total mencapai 53, 54 miliar renminbi (atau setara Rp114, 4 triliun), muncul 3, 1% YoY dan terangkat 7, 7% dibanding kuartal sebelumnya (QoQ).
  • Laba cabul mencapai 7, 70 miliar renminbi (atau setara Rp16, 4 triliun), naik 6, 1% YoY dan 1, 9% QoQ.
  • Laba selama kuartal ini menyentuh 4, 49 miliar renminbi (atau setara Rp9, 5 triliun), terangkat 129, 8% YoY dan 108% QoQ.
  • Laba terang yang disesuaikan dengan pengukuran non-IFRS mencapai 3, 37 miliar renminbi (atau setara Rp7, 1 triliun), turun 7, 2% YoY tetapi naik 46, 6% QoQ.
  • Pendapatan dari segmen smartphone tercatat sebesar 31, 628 miliar renminbi.
  • Pendapatan daripada segmen produk IoT dan corak hidup tercatat sebesar 15, 253 miliar renminbi (atau setara Rp32, 5 triliun).
  • Perolehan dari segmen layanan internet mencapai 5, 908 miliar renminbi (atau setara Rp12, 5 triliun).
  • Pendapatan dari pasar internasional mencapai 24, 029 miliar renminbi (atau setara Rp51, 3 triliun).